Makin hari sepertinya segala
jenis amarah tak lagi bisa di elakkan
Perlahan-lahan semuanya
terlihat salah, tak ada celah untuk membenarkan, Bahkan otak mulai muak
dengan keadaan yang menguras emosi
Hingga ia akhirnya menyerah,
benar-benar menyerah dengan keadaan yang selama ini jatuh bangun kita
pertahankan, ia menyerah dengan perbedaan yang tak tampak adanya penyatuan.
Tuhan kini aku benar-benar
kecewa, Selama ini perbedaan selalu
terlihat indah, selama ini perbedaan akan selalu melengkapi, Tapi kenapa perbedaan yang
melingkupiku malah berbalik menyakitiku? Mengapa perbedaan yang kami miliki tak
menjadikan kami indah?
Kenapa?
Kalau akhirnya adanya agama
membuat sakit kenapa kau ciptakan begitu banyak agama yang tak bisa disatukan?
Sudahlah, cukup sampai
disini
bukan Tuhan atau siapapun yang salah. Sadarkah kau? terlalu banyak yang kau pertaruhkan untuknya,
terlalu banyak yang kau tinggalkan untuknya, terlalu banyak yang telah kau
korbankan, juga terlalu banyak orang-orang yang kau sakiti hatinya hanya untuk
lelaki tak bertanggung jawab sepertinya?
Sekali lagi kau terjebak
dengan janji nya, sekali lagi kau terjatuh kedalam lubang yang sama, sekali
lagi kau biarkan hatimu tersakiti, dan sekali lagi kau tak sadar betapa banyak
waktu dan air mata yang kau buang percuma.
Tuhan, maafkan aku selama
ini sudah terlalu jauh melangkah meninggalkanmu, sekali lagi aku lakukan
kesalahan yang fatal, sekali lagi aku sia-siakan kau hanya untuk kebahagiaan
duniawi.
Aku tau betapa banyak dan
besar dosaku, tapi aku percaya Tuhan, kaulah satu-satunya yang mampu
memahamiku, kaulah satu-satunya yang memiliki kasih yang begitu besar dan tak
berkesudahan.
Mama dan papa, maafkan
anakmu yang selama ini tak segan membantah katamu, yang tak pernah enggan
membohongi percayamu, maafkan aku yang terlalu nakal, yang merubah putri kecilmu
menjadi wanita penuh ego dan keras kepala. Aku tau betapa selama ini kalian
ingin masuk dalam duniaku tapi aku bahkan selalu melakukan penolakan keras dan
tak membiarkan kalian menyentuhku, hingga akhirnya ketika semua telah seperti
ini, ketika lelaki itu menyakitiku aku sadar kalian yang benar-benar tulus
mencintaiku, kalian yang tak pernah berbalik pergi ketika aku kembali untuk
mencari kekuatan, kalian tetap saja mau merangkul bahkan menggendongku kembali, kalian berikan pelukan. Kalianlah satu-satunya!
Abang dan adik ku, maafkan
saudari perempuanmu satu-satunya ini yang selalu bertindak kasar, berkata
ketus, dan terkadang memarahi kalian tanpa sebab, terima kasih telah sabar
menjadi saudara yang tak pernah mendendam bahkan membenci sebagaimanapun
sikapku, sejahat apapun diriku pada kalian. Kini aku sadar seringkali kalian
mencoba memasuki imajiku bahkan mengganggu kesendirianku karena kalian
merasakan ada gejolak batin dalam diriku, karena kalian sadar ada yang tidak
beres dalam hari-hariku, karena kalian tau ada air mata yang coba ku pendam
sendiri, dan itu kalian lakukan semata-mata hanya ingin menghiburku, hanya
ingin mengeluarkanku dari frustasi yang berlebihan, namun aku menanggapinya
keterlaluan. Maaf dan Terima kasih.
Begitupun dengan semua orang
yang tanpa sadar pernah aku sakiti bahkan abaikan, tapi mereka tetap berdiri
disampingku.
Dan setelah terlalu jauh
melayang, setelah terlalu angkuh dengan kesenanganku sendiri setelah terlalu jauh pergi tanpa mau berbalik, ketika aku
terjatuh dan terluka kalianlah yang tetap menopangku agar aku tidak sampai
tergeletak.TERIMA KASIH