aku terus saja tak henti menyesali,
mengapa dunia begitu menentang kesatuan ini?
bahkan kaupun perlahan menyerah dengan semua pertentangan ini,
bahagiakah kau?
tak taukah dirimu aku disini terus mengelus dada,
aku terus berusaha menahan dentuman-dentuman palu godam yang terus menghantam ku,
aku terus menahan bulir air yang telah menggantung di pelupuk mata.
mengapa aku tak bisa mengalihkan semuanya dari tatapan nanarku?
semuanya seolah-olah terus berpendar memenuhi benak, meski aku telah berusaha keras untuk menghalaunya.
mengapa ketika kau harus pergi, kau tak bisa pergi begitu saja?
mengapa kau mesti meninggalkan luka yang tak bisa sembuh?
aku harap semua ini hanya mimpi buruk, dan ketika aku bangun aku tak lagi tertekan dengan ketakutanku.
namun rasa sakit ini benar-benar nyata, dia bukan mimpi, dialah realita!
berulang kali ku coba untuk berlari pergi, namun bayanganmu terus menghantui nyataku.
salahkah aku berusaha menghindari bahagiamu?
hingga tak mampu lagi lidah ini bergumam, hanya mampu memaki dalam hati,
makian kasar untuk pertemuan yang sama sekali tak kuharapkan.
aku tak peduli lagi dengan diriku, bahkan pelangi ku kini kau hitamkan.
warna hitam yang pudar, bagai malaikat miliki sayap yang rapuh.
![]() |
| only true love can change the black angel with her broken wings! |
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar