ada saat ketika hati tak mampu berbicara,
ketika jiwa tak mampu melawan hingga makna tak lagi terjawab,
terus saja merangkak, mengalunkan egonya yang tak juga terelukan.
mungkin mereka tak sedikitpun benar,
mungkin benar dunia tak lagi berbalik merengkuh hatinya
mungkin Ia kini benar-benar sendiri, bahkan bayang pun lelah mendampinginya
sudah sangat tentu mereka hidup untuk dirinya saja, tak lagi ada royalitas yg terbagi.
bahkan bertahan mendampingi rasanya terlalu berat untuknya.
haruskah hati juga menyerah bertahan? atau haruskah ia terus berdiri menunggu tanpa pengharapan?