Minggu, 26 Desember 2021

Bukankah yang Berlebihan Selalu Tak Berakhir Baik?

Semakin dewasa manusia, 

Permasalahan yang kita alami akan semakin kompleks

Bahkan ada beberapa hal yang tidak mampu kita pahami, 

Terkadang beberapa saat bahagia kemudian sesak, beberapa waktu tersenyum kemudian derai tangis memburai

Hingga akhirnya kita tak mampu memahami isi hati kita sendiri

Beberapa waktu terasa penuh tiba-tiba begitu kosong, hampa dan dingin

Beberapa waktu penuh kupu-kupu menggelitiki perut

seketika beban di dada bagai dihantam palu godam

Tak pernah tertebak.

 

Kita hanya perlu berharap pada diri sendiri,

Jangan bergantung pada siapa pun

Karena tak satu pun orang yang dapat benar-benar dipercaya

Terdengar naif mungkin,

Tapi inilah kenyataan!

Kau takkan bisa mengontrol hati manusia jika Sang Kuasa ingin mengobrak-abriknya.

 

Lantas?

Boleh percaya,

Boleh dekat,

Boleh bersama

Hanya saja jangan terlalu

Bukankah yang berlebihan selalu tak berakhir baik?

 

Karena kelak pun kau harus paham,

Bahwa semua yang kita miliki hanya titipan,

Bahwa semua yang kita lihat hanya bayangan

Bahwa semua yang kita dengar hanya suara

Dan semua yang ada tidak abadi.

Jangan egois!

Jangan serakah!

Belajar dari apa adanya, bukan seadanya.

Belajar dari sederhana sudah lebih dari cukup.

Belajar dari syukur menerima, dan ikhlas jika suatu waktu diambil kembali.

Bukankah semua hanya sementara?

Tak ada yang tau akan sampai kapan, 

Bahkan semesta pun menyembunyikannya.

 

#30DWC

#30DWCjilid34

#Squad4

#Day6

Sabtu, 25 Desember 2021

25 Desember 2021

25 Desember 2021

Damai natal kiranya menyertai,

Hal yang begitu kutakutkan nyatanya tidak terjadi

Hal yang terlalu ku khawatirkan ternyata tak seburuk imajinasi


Aku takut aku akan menghabiskan natal sendirian

Aku takut kembali menangis seperti kemarin

Aku takut merasa sendiri ditengah euphoria dunia

Ternyata memang damai dan keajaibannya melingkupi semuanya, 

Indah, hanya saja terkadang kita yang terlalu angkuh membuatnya tampak tak berharga

Indah, hanya saja beberapa orang sengaja menutup mata bahkan hatinya.

Indah, menyambut Sang Juruselamat lahir ke dunia.


Ada teman, yang diberi untuk menemani, memberi tawa dan memberi cerita

Mereka sudah lama ada namun aku yang terlalu abai

Mereka disini namun aku yang selalu melewatkannya

Hingga akhirnya kucoba membuka hati, hangat, akrab terasa seperti keluarga

Aku bahkan tak merasa sendiri melewatkan ini, aku merasa seperti di rumah


Ada rumah lain yang dihadirkan, entah untuk menemaniku atau menemani mereka

Meski seringkali lebih terasa merepotkan

Namun, pada akhirnya keluarga hanyalah keluarga.

Bukan tentang siapa dan dimana? Tapi tentang kasih tulus yang tak berkesudahan.


#30DWC

#30DWCjilid34

#Squad4

#Day5

Jumat, 24 Desember 2021

Entah Sebenarnya Aku Kenapa?

24 Desember 2021

Christmas Eve!

Di kota orang, sunyi dan sendiri

Seharusnya aku pulang, bersama keluarga, bernyanyi, bersaat teduh, makan makanan enak

Seharusnya aku pulang, memakai pakaian natal, berselimut lembut, ditemani segelas cokelat panas

Seharusnya aku pulang, Pulang ke Rumah, ke tempat ternyaman untuk meletakkan kepala


Banyak yang berlalu, banyak yang terlewat

Ketika semua beranjak dewasa,

Hal yang dulu riskan tak lagi menjadi begitu penting

Hal yang dulu penting bukan lagi hal yang menuntut perhatian

Risau? Tidak juga

Hanya sudah dingin hati


Aku bisa tertawa terbahak-bahak di kerumunan hiruk pikuk duniawi

Aku bisa menangis tersedu-sedu di tengah malam ketika semua harusnya sudah terlelap

Aku bisa tak berekspresi di antara euphoria pesta

Aku bisa penuh semangat ketika semua sedang berduka


Mungkin aku sudah mati rasa

Ketika banyak rasa yang terbuang sia-sia

Mungkin aku sudah hilang arah

Ketika hati hanya dipenuhi amarah

Mungkin aku lagi dilema

Ketika usaha pupus percuma

Entah sebenarnya aku kenapa?


#30DWC

#30DWCjilid34

#Squad4

#Day4


Kamis, 23 Desember 2021

Haruskah Aku Membenci Hujan?

Sore ini setelah suntuk seharian bekerja aku menghampiri jendela yang ada di depan meja kerjaku

Jendela lebar dilantai dua gedung perkantoran yang terletak di pusat kota

Sunyi Tenang,

Beberapa orang tampak berjalan menjauhi lapangan parkir, sekedar bertegur sapa berpesan sampai jumpa besok di hari terakhir bekerja pekan ini,

Atau sekedar tersenyum simpul yang hanya tampak dari guratan sudut mata di balik wajah yang tentunya tertutup masker.

Sore yang hangat dibanding sore-sore sebelumnya yang selalu dilingkupi hujan Lebat,

Tak salah jika kota ini disebut "Kota Hujan"

Hujan bahkan seringkali turun dimomen-momen yang tak tepat


Akhir-akhir ini banyak kerjaan,

Harus tutup buku, penyerapan anggaran, perpanjangan waktu kontrak atau hanya sekedar memantau progres pekerjaan

Tapi aku mulai tidak fokus

Entah suasananya yang kurang kondusif ataukah suasana hatiku yang kurang mendukung

Jangan tanya kenapa?

Sulit rasanya menghapus kebiasaan yang telah melekat bertahun-tahun,

Yang dulunya hanya dianggap sepele

Rupanya justru itu yang membuatnya sempurna.


Perlahan rintik hujan mulai membasahi jendela besar ini,

rasa hangatnya masih ada namun perlahan pudar digantikan dingin dan deru hujan bersahutan, benar kan kataku? Momennya tidak tepat!


Aku suka hujan,

Aku bahkan rela berlama-lama memandanginya

Menghirup aroma tanah bercampur air, 

"Petrichor" istilah kerennya.

Aku suka hujan,

Aku sering sengaja keluar saat hujan turun

Hanya untuk menyentuh tetesannya

Atau kah menatapnya nanar seperti saat ini.

Aku suka hujan

Apalagi saat kau masih bersamaku. Dulu.


#30DWC

#30DWCjilid34

#Squad4

#Day3

Rabu, 22 Desember 2021

Manusia Egosentris!

Entah sudah malam keberapa aku insomnia

Bukan tanpa sebab, aku yg terlalu overthinking

Memikirkan hal yang berulang-ulang 

Seharusnya sudah lama kuhentikan

Ketika aku bukanlah satu-satunya

Seharusnya sudah lama kuhentikan

Membedaki cerita dengan retorika manis

Seharusnya sudah lama kuhentikan

Masih saja menjadi candu yang syahdu

 

Jelas sekali semua hanyalah fiktif

Terlalu kontradiktif bagai zat aditif

Memuai, melebur pada seorang yang naif

 

Sekali lagi aku bodoh!

Terlalu mementingkan ego, berharap pada ketidakpastian, berusaha keras menggenggam luka membaluri dengan angan-angan semu.

Sekali lagi aku bodoh!

Bergantung pada kepahitan, tanpa upaya mengelak dari fakta ambigu.

Sekali lagi aku bodoh!

Menutup mata akan kenyataan pelik, terbuai oleh kebohongan yang manis.

Sekali lagi aku bodoh!

Percaya pada Dia! Manusia Egosentris yang tidak memiliki rasa setitik pun! Bajingan!

Sudah jera aku merutuki diri berkali-kali yang akhirnya jatuh berkali-kali juga

Entah magnet seperti apa yang dia pakai untuk menarikku dengan paksa,

Entah virus apa yang dia sebarkan untuk mengekang tanpa harus menggenggamku.

Payah! Bodoh!



#30DWC

#30DWCjilid34

#Squad4

#Day2

Selasa, 21 Desember 2021

It's Okay If You...

355 hari telah terlewati

Banyak target yang telah tercapai

Namun banyak juga yang tak tergapai.

Di sudut ruangan aku terdiam sendiri

Meracau penuh, namun masih saja sepi

Karena semua hanya ku utarakan dalam hati

 

Segudang cerita berlalu,

Kenangan pahit dan manis membaur jadi Satu

Bermetamorfosa membentuk pribadimu kini

Semua tergenapi sesuai rencanaNya, meski sering terbersit kecewa

Saya paham ini bukanlah hal yang mudah untuk dimengerti

Saya tau hatimu tidak baik-baik saja

Saya tau betapa keras kau mengikis air mata di balik tawamu

Saya tau kau berupaya tampak baik-baik saja disela-sela tangisan yang selalu kau sembunyikan di ujung malam.

Bahkan saya tau betapa dunia mencoba untuk menghancurkanmu lebih keras dibanding usahamu untuk mencoba mengangkat kepalamu,

Merenggut jati dirimu, memporak-porandakan hatimu hingga kau bahkan tidak mengenalinya lagi sama sekali.

 

Tidak apa, jika kau sangat ingin menangis

Tidak apa, untuk berhenti sejenak ketika kau merasa sangat lelah

Tidak apa, melakukan kebodohan ketika semua melakukan hal benar

Tidak apa, berjalan ke arah yang berbeda meski tak ada yang bersamamu

Tidak apa, berdiri dan membela dirimu

Tidak apa, berlaku egois untuk kesenangan dirimu

Dan tidak apa bahkan jika kehadiranmu terasa sangat salah

Percayalah ada orang lain yang beruntung  dan bersyukur telah mengenalmu

Jiwamu butuh untuk diapresiasi

 

#30DWC

#30DWCjilid34

#Squad4

#Day1