Ada aroma familiar yang kelak akan membuatmu rindu
Aroma tanah basah sehabis hujan
Aroma embun berhembuskan angin pagi,
Aroma pohon sore hari disertai sorak kicauan burung,
Aroma malam senyap yang terbalut langit penuh bintang
Kelak itu akan mendistraksi pikiranmu mundur beberapa waktu sebelumnya,
entah seminggu yang lalu, sebulan, setahun atau bahkan 10 tahun yang lalu
ketika umurmu belum sebanyak ini,
ketika wajahmu belum setegas ini,
ketika pikiranmu belum sekalut ini,
ketika hati dan dirimu masih milikmu.
Terkadang tanpa sadar,
seiring berjalannya waktu
ada beberapa pribadi yang kemudian memaksa mengubahmu menjadi seperti mereka
menghantammu dengan kebiasaan mereka terus menerus hingga kau tak cukup kuat
dan akhirnya memilih untuk beradaptasi dengan menjadi Mereka
Kau tau tidak,
Dia yang menciptakanmu sengaja membuatmu berbeda dengan mereka,
bukan untuk kemudian ketika kalian bertemu kau boleh mengubahnya terpengaruh oleh mereka
mungkin benar ketika bertumbuh kau pun harus berkembang,
namun sebuah tanaman yang tumbuh tinggi dan berkembang masih memiliki bakal bibit awal mula Ia ditanam, tidak hilang, ada tersimpan rapat-rapat terlindungi di bawah tanah.
Tau kenapa?
Karena tanaman pun tau, eksistensinya tidak boleh tergantikan oleh tumbuhan lain,
bahkan tiap bibit sekecil biji sesawi pun diciptakan berbeda tiap butirnya.
lantas kau?
Kau adalah Kau,
Kau Bukan Mereka!
Rabu, 10 Oktober 2018
Sabtu, 16 Juni 2018
Apakah benar Salah?
Saya tak paham, tak juga mengerti ada apa dengan ini?
ada apa dengan keadaan, ada apa dengan situasinya.
kenapa begitu membingungkan? mendilemakan dan membuat resah?
Saya lupa sejak kapan dan akan sampai kapan?
haruskah akan seperti ini terus?
mungkin dari awal memang salah untuk kita
tapi tak begitu terasa salah untukku,
Untukku yang terus kau paksa sabar,
untukku yang selalu kau biarkan menunggu,
untukku yang kau haruskan menyibukkan diri dan mengabaikanmu yang juga
SIBUK!
untukku yang kemudian jadi terbiasa dengan keTIADAan mu
hanya karena DIA hadir, dan dengan lantangnya tak keberatan dengan keberadaanmu.
Mengapa ada yang ingin datang ketika yang lain membiarkan?
Mengapa ada yang ingin merengkuh ketika yang lain seolah ingin melepas?
Mengapa ada yang begitu keras memperjuangkan ketika diri sudah lelah berjuang?
Ada rasa bersalah yang besar, tau ini semua SALAH!
sadar akan betapa besar ego yang aku miliki mempengaruhi semua ini
hingga akhirnya terjebak pada situasi yang tak berujung
meski bisa mengakhirinya dengan mudah, tapi saya tak ingin menyelesaikannya
seolah kemudian merasa nyaman namun takut terlena
ada apa dengan keadaan, ada apa dengan situasinya.
kenapa begitu membingungkan? mendilemakan dan membuat resah?
Saya lupa sejak kapan dan akan sampai kapan?
haruskah akan seperti ini terus?
mungkin dari awal memang salah untuk kita
tapi tak begitu terasa salah untukku,
Untukku yang terus kau paksa sabar,
untukku yang selalu kau biarkan menunggu,
untukku yang kau haruskan menyibukkan diri dan mengabaikanmu yang juga
SIBUK!
untukku yang kemudian jadi terbiasa dengan keTIADAan mu
hanya karena DIA hadir, dan dengan lantangnya tak keberatan dengan keberadaanmu.
Mengapa ada yang ingin datang ketika yang lain membiarkan?
Mengapa ada yang ingin merengkuh ketika yang lain seolah ingin melepas?
Mengapa ada yang begitu keras memperjuangkan ketika diri sudah lelah berjuang?
Ada rasa bersalah yang besar, tau ini semua SALAH!
sadar akan betapa besar ego yang aku miliki mempengaruhi semua ini
hingga akhirnya terjebak pada situasi yang tak berujung
meski bisa mengakhirinya dengan mudah, tapi saya tak ingin menyelesaikannya
seolah kemudian merasa nyaman namun takut terlena
Langganan:
Postingan (Atom)