sekali lagi kusulut amarah
sekali lagi kubuat mereka kecewa
ada apa dengan pribadi yg kau miliki?
mengapa kini ia begitu liar? bagai sosok asing yg tak terdefinisi.
raga yang menapak tetap saja tak menampakkan jiwa yang ia miliki
bagai ilalang tanpa harmoni
bagai kumbang tak bersayap
ada apa dengan hari-harimu kini?
apakah sudah terlalu lelah kau melangkah?
ataukah tersenyum palsu bukan lagi hal yang kau senangi?
terus saja kau lakoni peran yang penuh mimpi dan bahagia
meski kau tau pasti, api yang kau miliki telah lama padam
bukan merasa terendahkan, hanya sakit melihat raut wajah yang tak dapat mereka sembunyikan
Raut wajah yang penuh guratan-guratan lelah dan emosi yang mereka pendam
mengapa begitu kotor kau sekarang.
ada apa dengan bibir kecil itu?
mengapa begitu tajam kau berkata.
ada apa dengan otak kecil itu?
mengapa arogansi menguasai nurani.
Bahkan Tuhan mulai menggeleng menyadari laku nya, begitu angkuh dirinya untuk berjalan tanpa mau berbalik.
Kau akan hancur, kau takkan bertahan lama seperti itu, kau takkan benar-benar kokoh bila kau sendirian.