Senin, 05 Januari 2015

apakah aku harus terus bertanya?

mengapa?
mengapa harapan itu kembali merekah?
menghantarnya kembali pada alunan pedih yang sama
menoreh kembali luka yang telah kering dengan pisau berkarat oleh darah masa lalu.
apakah semua nurani sama saja? begitu mudahnya melukai, bahkan membanggakan hal itu?

ataukah aku, sosok yang salah?
sosok yang begitu mudahnya terperosok, sosok yang begitu lugunya memberi tak harap apapun,
sosok yang hanya inginkan ketulusan dari seekor rubah tak berekor.
Bukan kah Tuhan tak pernah memberi cobaan yang melebihi batas kemampuan?
apakah Tuhan sedang bergurau?
Tidak?
Bukannya kau tau benar isi pikiranku?
bahkan kau sangat mengerti lelahnya hati dan jiwaku terus bertahan untuk semua hal-hal palsu yang tak abadi ini.

apakah masih akan lama lagi?
apakah masih banyak lagi?
apakah aku harus terus bertanya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar