Kamis, 23 Desember 2021

Haruskah Aku Membenci Hujan?

Sore ini setelah suntuk seharian bekerja aku menghampiri jendela yang ada di depan meja kerjaku

Jendela lebar dilantai dua gedung perkantoran yang terletak di pusat kota

Sunyi Tenang,

Beberapa orang tampak berjalan menjauhi lapangan parkir, sekedar bertegur sapa berpesan sampai jumpa besok di hari terakhir bekerja pekan ini,

Atau sekedar tersenyum simpul yang hanya tampak dari guratan sudut mata di balik wajah yang tentunya tertutup masker.

Sore yang hangat dibanding sore-sore sebelumnya yang selalu dilingkupi hujan Lebat,

Tak salah jika kota ini disebut "Kota Hujan"

Hujan bahkan seringkali turun dimomen-momen yang tak tepat


Akhir-akhir ini banyak kerjaan,

Harus tutup buku, penyerapan anggaran, perpanjangan waktu kontrak atau hanya sekedar memantau progres pekerjaan

Tapi aku mulai tidak fokus

Entah suasananya yang kurang kondusif ataukah suasana hatiku yang kurang mendukung

Jangan tanya kenapa?

Sulit rasanya menghapus kebiasaan yang telah melekat bertahun-tahun,

Yang dulunya hanya dianggap sepele

Rupanya justru itu yang membuatnya sempurna.


Perlahan rintik hujan mulai membasahi jendela besar ini,

rasa hangatnya masih ada namun perlahan pudar digantikan dingin dan deru hujan bersahutan, benar kan kataku? Momennya tidak tepat!


Aku suka hujan,

Aku bahkan rela berlama-lama memandanginya

Menghirup aroma tanah bercampur air, 

"Petrichor" istilah kerennya.

Aku suka hujan,

Aku sering sengaja keluar saat hujan turun

Hanya untuk menyentuh tetesannya

Atau kah menatapnya nanar seperti saat ini.

Aku suka hujan

Apalagi saat kau masih bersamaku. Dulu.


#30DWC

#30DWCjilid34

#Squad4

#Day3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar