Selalu kembali seperti ini,
Ketika matahari baru saja mencoba bangkit dari tidur
lelapnya namun setiap ruangan ini sudah terlebih dahulu bungkam,
Kemana? Terlalu sibuk dengan keangkuhan sendiri, terlalu
angkuh dengan ketamakan sendiri, terlalu tamak dengan dunianya sendiri,
Bahkan diripun sebenarnya memiliki emosi itu, hingga ia
terpukul dan diam sesaat mulai mengamati keadaan yang sudah di ambang kritis.
Ada apa dengan jiwa ini? Ada apa dengan kebiasaan yang tak
biasa ini?
Mengapa semuanya seolah terlihat wajar, meskipun sebenarnya
batin mulai merasa lelah, dan mulut jenuh untuk meralat keadaan!
Tak ada lagi kehangatan yang manis dan tawa yang merdu ,
yang tersisa akhirnya adalah hening yang suram dan sepi yang kosong
Membangkitkan gelisah, bingung memulai darimana ataukah dari
apa untuk mengembalikannya!
Dan akhirnya menyerah.
Sadar tak seharusnya putus asa, tapi gejolak batin yang
masih labil tak bisa mengelak apapun lagi, membiarkan diri menjadi penonton,
dan membiasakannya.
Siapa yang dapat tahan dengan kesendirian ini?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar