“kucinta kau saat ini lebih dari hari yang kemarin, dan akan ku berikan lebih dan lebih sampai akhir hayat nanti”_abdul & the coffee theory_
Dan lagi
Gema gelisah merajai nurani ketika alunan itu kembali mengalun lembut dalam
indra pendengaran, terus saja mengalir tanpa jeda.
Mengingat beberapa waktu
lampau ketika semuanya adalah awal, berharap setiap lirik menjadi realita,
hingga akhirnya semuanya tampak samar, buram dan benar-benar gelap.
Betapa manis makna di balik
setiap kata yang tak terungkap.
Terus saja merangkai kisah
di balik cermin palsu, yang sekarang telah retak berubah menjadi serpihan kaca
tajam yang pasti kan melukai.
Menyenangkan, indah, ada
senyum simpul yang tercipta dari cerita itu, sebelum semua berubah menjadi
tangis sendu menyesakkan.
Seperti inilah sandiwara
yang kau sutradarai, dan kau memainkannya dengan begitu professional!
Hingga kau menampik
kenyataan yang terus saja kau anggap naskah panggung murahan, tanpa tau semuanya
seharusnya telah berakhir.
Dan ketika kau sadar, Yang akan
ku lakukan adalah memulai untuk benar-benar mengakhirinya.
At least, aku berhasil! Aku
memenangkan parodi ini, meski tak ku pungkiri beberapa kali aku harus terjatuh
dan kembali menyusun pecahan-pecahan harapan yang sama sekali tidak ingin aku
pupuskan, meski beberapa orang bahkan mencemooh harapanku yang mereka anggap
mimpi siang bolong.
Dan
Sampai saat ini, Aku masih
bisa menatapnya seperti dahulu, aku masih bisa menyentuhnya dengan ujung
jemariku, namun kali ini dengan tatapan dan sentuhan yang BERBEDA!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar