putri malam berselimutkan awan, tersenyum simpul dalam kelam
siul sendu makhluk gelap,
sunyi... sepi...luka membedaki tangis.
semakin terkenang, semakin tak tertahankan
tak terjelaskan, tak terpahami.
bagai mencari kapas di tumpukan duri,
ada, tapi tak terlihat,
terasa, tapi tak teraih
nyata, tapi melukai
Haruskah berhenti mencari di padang ilalang?
ketika bunga-bunga menemukannya dalam tiada?
dan semerbak merasuk merengkuh makna.
Sepoi angin,
desir rerumputan saling berbisik
entah apa, entah bagaimana
tak ingin kembali, tak ingin berbalik
hanya ingin berlari
MELEPASKAN DAN MENYERAH!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar