Sekali lagi,
Tak sadarkah kau seberapa
kuat aku berusaha menahan deru jantung yang ingin melompat keluar dari
persembunyiannya?
Hingga akhirnya pelukan itu,
menjadi pelukan terakhir yang tidak perlu aku maknai apa-apa, sama sekali
JANGAN!
Karena seharusnya itu
hanyalah pelukan persahabatan, pelukan menguatkan untuk menghadapi dunia yang
berat.
Meski demikian,
Hangatnya masih sama,
aromanya masih sama, dan nyamannya masih seperti dulu.
Akankah hati rela bila kelak
semuanya bukan untuknya lagi? Melainkan untuk jiwa lain?
Mungkin ia akan berteriak
dan memaki,
Karenanya ia tak perlu tau,
Karenanya ia harus pergi,
Karenanya ia harus
mempersiapkan diri suatu hari kelak.
Tak ingin memaknainya
terlalu dalam, namun justru telah terlanjur membekas penuh. Entah luka ataupun
tangis.
Yang aku tau, hati ini sudah
pasti kehilangan!
Kehilangan tempat ternyaman
yang pernah ia miliki beberapa saat yang lalu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar