Selasa, 10 Juni 2014

bodoh!



Pada akhirnya terungkap,
Semua yang berlalu bukan karena rasa itu hadir kembali,
Hanya karena aku yang terlalu dibutakan bahkan menganggap semuanya berlebihan.
Kau hanya melakukan seperti apa yang seharusnya kau lakukan, memang!

Tak seperti yang diharapkan,
Kenyataan akhirnya menjawab dan menunjukkan
Memberi rasa pada pengharapan,
Memberi pahit pada ketulusan
Memberi luka pada benih kecil mimpi

Aku atau kaukah yang dibutakan?
tak membaca tanda yang terlihat di pelupuk mata?
Tragis, tapi itulah adanya,
Tak setragis penderitaan mereka,
Tapi lebih hina dari kehidupan mereka.
Mengemis pada hal palsu bahkan kosong, yang tak perlu kau lakukan,
Yang membuatmu terhempas pada debu tanah.
Bukannya sakit?
Kenapa masih mau mencobanya?
Bukannya akan terjatuh pada lubang itu lagi?

Jawabannya ada pada setitik kecil ketulusan
Yang tak mau menyerah untuk bermimpi
Yang tak mau berhenti untuk mengejar
Meski semuanya hanya bayang-bayang fatamorganamu,
Tanpa metamorfosa yang benar-benar nampak

Terlihat anggun dan menakjubkan, tapi semuanya hanya tampak luarnya
Begitulah adanya,
Bahkan hati penyamun pun tak sebegitu,
Angkuh!
Keterlaluan!
Sudah cukup disini saja!
Jangan lanjutkan untuk lain waku,
lain tempat
dan lain hati!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar