Sabtu, 14 Juni 2014

TERIMA KASIH



Makin hari sepertinya segala jenis amarah tak lagi bisa di elakkan

Perlahan-lahan semuanya terlihat salah, tak ada celah untuk membenarkan,  Bahkan otak mulai muak dengan keadaan yang menguras emosi



Hingga ia akhirnya menyerah, benar-benar menyerah dengan keadaan yang selama ini jatuh bangun kita pertahankan, ia menyerah dengan perbedaan yang tak tampak adanya penyatuan.



Tuhan kini aku benar-benar kecewa, Selama ini perbedaan selalu terlihat indah, selama ini perbedaan akan selalu melengkapi, Tapi kenapa perbedaan yang melingkupiku malah berbalik menyakitiku? Mengapa perbedaan yang kami miliki tak menjadikan kami indah?

Kenapa?

Kalau akhirnya adanya agama membuat sakit kenapa kau ciptakan begitu banyak agama yang tak bisa disatukan?



Sudahlah, cukup sampai disini
bukan Tuhan atau siapapun yang salah. Sadarkah kau?  terlalu banyak yang kau pertaruhkan untuknya, terlalu banyak yang kau tinggalkan untuknya, terlalu banyak yang telah kau korbankan, juga terlalu banyak orang-orang yang kau sakiti hatinya hanya untuk lelaki tak bertanggung jawab sepertinya?

Sekali lagi kau terjebak dengan janji nya, sekali lagi kau terjatuh kedalam lubang yang sama, sekali lagi kau biarkan hatimu tersakiti, dan sekali lagi kau tak sadar betapa banyak waktu dan air mata yang kau buang percuma.


     Tuhan, maafkan aku selama ini sudah terlalu jauh melangkah meninggalkanmu, sekali lagi aku lakukan kesalahan yang fatal, sekali lagi aku sia-siakan kau hanya untuk kebahagiaan duniawi.

Aku tau betapa banyak dan besar dosaku, tapi aku percaya Tuhan, kaulah satu-satunya yang mampu memahamiku, kaulah satu-satunya yang memiliki kasih yang begitu besar dan tak berkesudahan.


     Mama dan papa, maafkan anakmu yang selama ini tak segan membantah katamu, yang tak pernah enggan membohongi percayamu, maafkan aku yang terlalu nakal, yang merubah putri kecilmu menjadi wanita penuh ego dan keras kepala. Aku tau betapa selama ini kalian ingin masuk dalam duniaku tapi aku bahkan selalu melakukan penolakan keras dan tak membiarkan kalian menyentuhku, hingga akhirnya ketika semua telah seperti ini, ketika lelaki itu menyakitiku aku sadar kalian yang benar-benar tulus mencintaiku, kalian yang tak pernah berbalik pergi ketika aku kembali untuk mencari kekuatan, kalian tetap saja mau merangkul bahkan menggendongku kembali, kalian berikan pelukan. Kalianlah satu-satunya!


     Abang dan adik ku, maafkan saudari perempuanmu satu-satunya ini yang selalu bertindak kasar, berkata ketus, dan terkadang memarahi kalian tanpa sebab, terima kasih telah sabar menjadi saudara yang tak pernah mendendam bahkan membenci sebagaimanapun sikapku, sejahat apapun diriku pada kalian. Kini aku sadar seringkali kalian mencoba memasuki imajiku bahkan mengganggu kesendirianku karena kalian merasakan ada gejolak batin dalam diriku, karena kalian sadar ada yang tidak beres dalam hari-hariku, karena kalian tau ada air mata yang coba ku pendam sendiri, dan itu kalian lakukan semata-mata hanya ingin menghiburku, hanya ingin mengeluarkanku dari frustasi yang berlebihan, namun aku menanggapinya keterlaluan. Maaf dan Terima kasih.

Begitupun dengan semua orang yang tanpa sadar pernah aku sakiti bahkan abaikan, tapi mereka tetap berdiri disampingku.


Dan setelah terlalu jauh melayang, setelah terlalu angkuh dengan kesenanganku sendiri setelah terlalu jauh pergi tanpa mau berbalik, ketika aku terjatuh dan terluka kalianlah yang tetap menopangku agar aku tidak sampai tergeletak.TERIMA KASIH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar