Pada akhirnya terungkap,
Semua yang berlalu bukan karena rasa itu hadir
kembali,
Hanya karena aku yang dibutakan bahkan menganggap
semuanya berlebihan.
Kau hanya melakukan seperti apa yang seharusnya kau
lakukan, memang!
Tak seperti yang di harapkan,
Kenyataan akhirnya menjawab.
Memberi rasa pada pengharapan,
Memberi pahit pada ketulusan,
Memberi luka pada benih kecil mimpi
Aku atau kau kah yang dibutakan?
Yang tak bisa membaca tanda yang terlihat di pelupuk
mata?
Tragis?
tapi itulah adanya.
Tak setragis penderitaan mereka,
Tapi lebih hina dari kehidupan mereka.
Mengemis pada hal palsu bahkan kosong,
Yang tak perlu kau lakukan sebenarnya,
Yang membuatmu terhempas pada debu tanah.
Bukannya sakit?
Kenapa masih mencobanya?
Bukannya akan terjatuh pada kesakitan itu lagi?
Jawabannya ada pada setitik kecil ketulusan,
Yang tak mau menyerah untuk bermimpi,
Yang tak mau berhenti untuk mengejar,
Meski semua itu hanya baying-bayang fatamorgana
Tanpa metamorfosa pasti yang nampak.
Terlihat anggun dan menakjubkan,
Tapi semuanya hanya tampak luarnya.
Begitu adanya, bahkan hati penyamun pun tak sebegitu.
Angkuh..
Keterlaluan..
Sudah Cukup!!
Di sini saja,
Jangan lanjutkan untuk lain waktu, lain tempat dan
lain Hati!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar