Jumat, 29 Agustus 2014

Tragis, amat mengerikan!

Aku akhirnya paham, aku tak pernah benar-benar bahagia saat bersama kamu.
Iyaa, tidak pernah.
Setelah membuka-buka lembaran yang mulai lapuk, dan memutar kembali cerita yang sedikit usang nampak jelas hanya aku saja yang terus berjuang.
Terus saja berjuang menopang segalanya dengan tangan kecil ringkihku.
Bukan ini yang kuharapkan akan kudapatkan dari kisah itu, namun faktanya telah terpampang cukup jelas.
Betapa kamu tak pernah sedikit pun peduli dengan kerapuhan yang kita miliki,
Betapa kamu tak pernah sedikit pun mau tau pada kesakitan yang terus saja ku obati dengan harapan yang begitu besar padamu. Karena betapa angkuhnya dirimu oleh hal yang kau pikir permainanmu saja?

Aku bahkan tersentak pada salah satu lembaran, gambaran aku tak sedikitpun miliki kedamaian hati saat bersamamu. Bahkan sebenarnya frustasi bergejolak yang terus kurasakan.
Masih saja ada keinginan untuk memberontak, masih saja ada keinginan hati untuk menyerah pada kehidupan yang begitu megahnya telah diberikan oleh Sang Pencipta dengan kemurahan hatinya yang tak terperi.
Apakah itu arti kebahagiaan ketika bersamamu?
Apakah seperti itu kedamaian jiwa darimu?
Tragis! Amat mengerikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar