Rabu, 20 Agustus 2014

Inginku begitu!

Naif,
Kembali aku masuk ke dalam sosokku yang satu itu, kembali sengaja memutar dan mengingat-ingat segala sesuatu yang seharusnya tidak perlu.
Hingga lagi, lagi dan lagi organ di dalam rongga kembali bereaksi. Reaksi negatif yang mengacaukan organ lainnya

Betapa sebenarnya aku butuh rasa, betapa sebenarnya aku butuh pelukan itu. Pelukan yang dulu pernah jadi milikku.
Kemudian sekarang membuatku terbiasa mengelak, terus berpura-pura aku tak inginkan itu, terus berdusta aku tak lagi memerlukan semua batu pijakan itu.
Tanpa mereka tahu sedikitpun begitu kerasnya aku menyembunyikannya dari permukaan, hanya tak ingin menjadi penyebab kecewa dari paras mereka.
Walaupun aku sangat sadar terus bersembunyi di balik topeng ini hanya membuatku semakin lemah dan rapuh.

Gelombang pikiran kembali memenuhi otakku, menyebabkan gerakan abstrak yang tak pernah bisa aku tafsirkan.
Ada apa? Tubuh yang menjadi topangan jiwa kembali lagi merasa tak nyaman dengan reaksi itu.
Ingin rasanya ia berlari dari semua asa ini, bertemu angin, awan bahkan rintik hujan. mungkin bisa melepaskan semua beban nurani yang terus saja mengganggu, Dan menghapus bayang sosokmu yang terus saja berlari di sekelilingku.

Iya, ingin sekali aku menghapusnya. Meski dengan perlahan setidaknya akan sedikit buram, tak lagi tampak nyata dalam setiap fatamorgana mimpiku. Ingin aku melepaskannya, membiarkannya berjalan pergi tanpa perlu lagi menoleh dan mencemaskan keadaanku. Dan ingin aku bisa melakukan semuanya namun tetap terus berdiri tegak sendiri, tanpa luka dan air mata. Inginku begitu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar