Minggu, 17 Agustus 2014

Middle night?

Middle night!
Bukan lagi hal asing, kini menjadi tempatku melakukan apapun.
Entah hanya untuk berdiam diri, sekedar bersenandung ataupun tempatku meratap dalam kerinduan.

Berkas-berkas sinar bintang begitu jelas menunjukkan perjuangan ku dahulu, perjuangan ku mempertahankanmu, jatuh bangun aku mengejarmu dalam perih luka yang aku tanggung sendiri.
Hela itu kembali terdengar, helaan berat ketika mengingat betapa kuatnya aku terus membedaki luka itu dengan airmata.
Namun kau? Iya kau! Kau begitu mudahnya berdiri menertawakan malangnya diriku yang mengemis padamu.

Dan nyatanya kau bukan orang yang pantas untuk aku banggakan.
Aku salah terus berusaha menutupi lelahnya hatiku pada semua lakumu yang tak dapat ku redam
Bukan aku yang tak pantas untukmu, namun kau yang tak seharusnya bersama orang seperti ku!
Orang yang begitu kuatnya berjuang untuk kau yang tak tau diri sedang diperjuangkan!
Ingin rasanya makian kasar ku lontarkan di hadapanmu, hanya saja aku tak bisa menjadi sosok sebrengsek dirimu! Tidak sedikitpun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar