Rongga ini pernah terisi penuh, terisi penuh oleh hati yang begitu besar, penuh oleh berjuta rasa yang tercampur aduk jadi satu, penuh oleh rona merah bersemu yang menyala-nyala. Namun ia hanya sesaat, sesaat sebelum hempasan itu datang dan benar-benar memporak-porandakannya.
Maaf, jika hatiku sudah terlanjur membeku oleh semua guncangan yang aku hadapi. Mungkin terlalu keras aku bertahan hingga rasa dalam hati perlahan-lahan memudar.
Dan akhirnya, Ia tak lagi mengenal rasa itu, ia tak lagi merasa hangat oleh degupnya, ia bahkan merasa terlalu asing untuk memulainya lagi.
Seakan semua itu terasa terlalu memuakkan untuknya.
Ia bahkan lupa kapan terakhir kali ia bekerja dengan baik.
Rindu? Cinta? Kasih? Bukan lagi hal yang dikenalinya, bahkan terlalu tinggi angkuhnya untuk berusaha mengenalkan diri.
Keparat! Kurang lebih seperti itulah gambarannya kini.
Terlalu hina memang, tapi tak ada lagi yang ingin disesalinya. Ia bahkan telah lama bersahabat baik dengan luka dan duka! Dan itu tak menjadikannya lebih buruk!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar