Masih ada kah gejolak positif untukku? Setelah kemarin telah ku kuras habis?
Kicau burung gelatik bahkan, seolah mulai memudar.
Embun subuh perlahan tak nampak nyata lagi.
Betapa impulsifnya syaraf memberikan reaksi pada hal disekitarnya
Mungkinkah bias matahari akan kembali terdispersi dengan tetesan hujan terakhir? Yang kemudian akan menghadirkan pantulan mosaik yang disebut pelangi?
Nampaknya Tidak lagi, atau barangkali butuh waktu yang lebih lama.
Helaan napas berat kembali terdengar, mencoba membuang semua bagian abstraksi dari masa lalu, sebuah kisah klasik yang kita semua tau akhirnya.
Akhir yang tak akan pernah bahagia, meski para tetua pernah mencoba menggebrak dinding itu, namun tetap saja hal itu terlalu tabu untuk dilanjutkan.
Meski ada cerita lain dari celahnya, namun sama saja cerita itu bukanlah ceritaku, dan harus ku akhiri untuk kubiarkan sosok lain yang kemudian menyelesaikannya.
Tak lagi kupungkiri betapa hati belum merelakannya. Namun inilah akhirnya.
Kau takkan mampu bila terus memaksakannya, dan itu takkan baik untukmu.
Cukup menghapus jejaknya saja, dan membuat jejak lain pada kisah yang lain, waktu yang tepat dan pemain yang berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar