Jumat, 15 Agustus 2014

Tolong, biarkan aku!

Aku kembali terbuai oleh halusnya tuturmu, juga manisnya sikapmu, dan kau tanpa rasa apapun kembali berlari pergi tanpa menoleh lagi!
Aku kira kedatanganmu tak akan lagi menyisakan luka itu, namun nyatanya kau tak juga jera menyakiti jiwa yang kembali memberi asa pada hal yg sudah mengoyaknya, dan bodohnya mengapa hati begitu mudahnya menerima hal yang sudah jelas membuatnya terluka? Belum cukup kah kemarin ia bersusah payah membalutnya dengan setiap tetes air mata?

Cukup! Tolong hentikan drama panggung murahan ini! Aku tak ingin lagi melakoninya, aku tak ingin lagi mengetahui alur ceritanya, dan aku tak mau lagi menjadi pemeran pengganti yang selalu bisa diandalkan disaat-saat tertentu saja.
Aku tegaskan, aku bukan bonekamu!
aku bukan manekin yang bisa kau perlakukan sesuka hati hanya untuk menarik minat penonton.

Biarkan aku pergi, biarkan aku pergi dari semua kepalsuan sandiwara yang sudah kau rancang sedemikian rupa dengan agungnya! Meski ku tau kau bagaikan morfin yang membuatku candu.
Tak apa jika luka itu masih basah, tak apa jika pipi itu masih sembab, tak apa jika air mata masih meninggalkan jejak.
Aku hanya ingin melangkah tanpa membawa apapun yg akan kembali melukaiku,
Aku hanya ingin berlari tanpa rantai terkunci di kedua kakiku,
Aku hanya ingin miliki jiwa dan hatiku sepenuhnya, tanpa ada bayang-bayang dari sosokmu lagi. Iya aku mohon!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar