Hingga hari ini kedamaian hati belum benar-benar aku temukan.
Resah dan gelisah masih saja menguasai.
Tak banyak hal yg dapat aku lakukan, bahkan menguasai diripun rasanya teramat berat.
Jiwa tak lagi jadi milik tubuh ini.
Nurani tak lagi tepat pada tahtanya.
Ia masih melayang mencari tempatnya untuk pulang, Ia masih berkelana mencari kepastian jati dirinya,
setelah dulu sempat yakin miliki hal itu, namun realitanya ia salah. Dan itu cukup membuatnya bungkam.
Tak mampu tafsirkan apapun lagi.
Bahkan memimpikannya tak berani.
Begitu menguras emosi, hati dan pikiran
Begitu lelahnya mencari dan temukan tempat yang benar-benar nyaman.
Bahkan kesabaran dan harapan perlahan mulai terkikis, menyisakan sebentang lembaran tipis yang rapuh
Rasanya sia-sia, semua hal yang ia korbankan kemarin tak lagi menyisakan jejak sedikitpun, semua kepingan yang ia rangkai kemarin akhirnya kembali retak bahkan hancur menjadi serpihan yang tak lagi dapat dikembalikan.
Tak perlu menangis, mungkin saja waktunya yang tak tepat, mungkin saja Tuhan tak menghendakinya, mungkin saja ada janji manis dibalik setiap pencobaan itu.
Sabarlah hati, ini tak akan lama lagi.
Tak usah menghiraukannya, tak perlu memikirkannya.
Karena hal indah terkadang berada pada tempat yang tak kau inginkan.
Karena jawaban Tuhan tak pernah terduga oleh nalar sempit ciptaannya.
Dan karena Tuhan tau betul setiap pencobaan yang Ia berikan tak pernah melebihi kemampuanmu, akan tiba saat kau melihat indah pelangi kasihnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar