Tak pernah sedikitpun ada niat ku untuk membenci terlalu dalam, tak pernah ada egoku untuk berlaku jahat pada mereka yang tak sedikitpun memberi umpan balik yang baik padaku.
Hatiku selalu memberi respon dengan cepat, Namun tak pernah bisa membenci terlalu lama, hatiku tak terbiasa menyimpan dendam begitu dalam.
Tapi mengapa masih ada sosok yang dengan pandainya memanfaatkan hal itu? Memperdayakanku untuk beberapa keangkuhan pribadi, sengaja mengeluarkan segala tipu muslihat untuk menjebak?
Dan aku? Terus saja aku terlalu buta dan lugu untuk melihat situasi itu. Situasi yang kemudian kelak akan menyakiti, mengecewakan dan kembali menyudutkanku pada rasa yang tak terkatakan.
Tak adakah sedikitpun rasa sentimentil yang mereka miliki? Hingga begitu mudahnya membuat bayang-bayang metamorfosa yang tampak begitu nyata di hadapanku? Ataukah aku yang terus saja senantiasa membiarkan hatiku menjadi lemah dan kembali membiarkannya terjatuh lagi? Menganggapnya itu kesalahan yang sudah seharusnya, mewajarkan sikapku yang kembali lagi memberi kesempatan pada jiwa yang tak pantas lagi untukku.
Setelah begitu banyak luka dan duka yang kuterima dari mereka yang begitu mudahnya ku beri percaya, Ia tetap menolak untuk menjadi kejam pada setiap pelakunya, meski seringkali tak ku pungkiri, berkali mencoba untuk membuatnya terlatih membalas dan menghancurkan semua khilaf itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar