Selasa, 02 September 2014

Menangislah!

Rangka dalam daging akhirnya meluruh, menghancurkan bentuknya.
Mengapa ia terus berharap? Mengapa tak bisa berdiri sendiri tanpa tergantung dan kembali mengemis padanya.
Lihat kan? Dia tak sedikitpun punya niat untuk berbalik padamu. Kenapa?
Kenapa tak jemu-jemunya kau berjuang!
Tak sepantasnya kau miliki harapan untuk sosok yang tak menginginkanmu lagi sedikitpun.

Menangislah, tangisi penolakan yang kau terima.
Tangisi kelalaianmu yang tak mampu menghindar darinya
Tangisi ketololanmu yang terus berharap tanpa henti. Tangisilah itu dan jadilah cukup terluka untuk itu.
Tak mengapa itu pelajaran yang kelak akan menyadarkanmu, meski mungkin kau akan lakukan kebodohan yang sama lagi.
Pelajarilah, dan tanyakan jika ada yang tak kau mengerti, bukan bertanya padanya. Tapi bertanyalah pada Tuhan, bertanyalah orang disekitarmu yang kau tau tak akan pernah menyakitimu.
Beranilah berbuat salah, dan beranilah berlaku bodoh untuk kembali menyadarkanmu kalau kau sudah cukup untuk terus mengejarnya dengan hatimu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar