Sabtu, 23 Mei 2020

Rasa bernama Luka


Hadir dalam gema gelisah,
Dalam kegamangan yang kupikir tak bertepi
Berbaur dalam keputusasaan dan ketidakpastian
Begitu asing, namun nyata
Sederhana menyentuhku perlahan,
membuatku terperangkap tanpa sempat aku mengelak
merasuk dan membuatku terbuai, tersenyum dan menjadikanku candu

sekali lagi mataku tertutup,
mengabaikan perbedaan yang seharusnya tak kau paksakan
tak mungkin memaksakan perbedaan yang selamanya akan mengingkari kebersamaan
tak usah menggenggam perih yang tak mungkin sembuh
melepaskan penat dan hela  yang nyatanya
sudah jelas semua rasa ini hanya menghadirkan LUKA


Jumat, 20 Maret 2020

Ketika Dunia Tak Lagi Baik-Baik Saja

Ada apa dengan Dunia?
Ada apa dengan Negeriku?
apa kabarmu? apa kabarnya mereka?
masihkah ada senyum ditengah kenyataan yang pelik ini?

Kami bimbang,
kami goyah, bahkan terombang-ambing
aku disini, berdiri sendiri atas diriku
kabar yang tak kunjung usai,
berita yang tak juga reda
ada apa dengan Negeriku?
adakah harap ditengah asa yang nyaris putus?

Kalau boleh bertanya,
apa maksudMu dengan keadaan ini?
apa rencanaMu dibalik gema yang membisingkan?

Kami Gentar,
Kami takut, kami gamang, nyaris tawar hati.
apakah Kau mulai melepas kami perlahan?
menunjukkan bahwa kami hanya serpihan debu dihadapanmu?

Betapa selama ini keangkuhan dan keegoisan kami
mulai tak terbendung dan kau muak dengan bau busuknya?

Tidak!
Kau tidak seperti itu,
bahkan sampai sekarang aku masih percaya
kau menggenggam dan menggendongku
mendengar ratapan kami, melihat air mata kami
bersama kami, bahkan ketika kami tak berharap padamu...
perih....

Sabtu, 19 Januari 2019

Kita yang bukan KITA

Aku hampir saja terjebak,
Merasa kalau perbedaan pasti bisa menyatukan
Berpikir jika menjadi berbeda tidak ada yang salah
Selama aku dan kamu mau menjadi kita maka semua akan baik-baik saja

Nyatanya,
Kita yang sudah ada tidak akan terwujud menjadi Kita masa depan
Nyatanya,
Kita yang sekarang tidak seperti kita yang dimimpikan
Nyatanya,
Kita tidak akan jadi KITA karena perbedaan

Minggu, 06 Januari 2019

Aku KEHILANGAN!

Hari ke-7 di awal tahun 2019

Betapa mencintai ditengah kebencian tak pernah mudah,
Betapa memuaskan dahaga tak bermuara terasa mustahil,
Betapa membuka hati yang tertutupi amarah terasa sia-sia,
Betapa aku dan kau nyatanya hanya berjalan beriringan selama ini namun tak sama sekali menyatu.

Aku belajar kehilangan setelah berusaha keras mempertahankan segalanya
Aku belajar kehilangan pada apa yang selama ini menjadi biasa
Aku belajar kehilangan pada hal yang aku anggap tak akan pernah terjadi
Aku belajar kehilangan janji yang kupegang teguh
Aku belajar kehilangan tak pernah terasa mudah
Aku belajar selalu ada harga yang harus dibayar pada apa yang kau anggap benar,
KEHILANGAN!


Rabu, 10 Oktober 2018

Kau Bukan Mereka!

Ada aroma familiar yang kelak akan membuatmu rindu
Aroma tanah basah sehabis hujan
Aroma embun berhembuskan angin pagi,
Aroma pohon sore hari disertai sorak kicauan burung,
Aroma malam senyap yang terbalut langit penuh bintang

Kelak itu akan mendistraksi pikiranmu mundur beberapa waktu sebelumnya,
entah seminggu yang lalu, sebulan, setahun atau bahkan 10 tahun yang lalu
ketika umurmu belum sebanyak ini,
ketika wajahmu belum setegas ini,
ketika pikiranmu belum sekalut ini,
ketika hati dan dirimu masih milikmu.

Terkadang tanpa sadar,
seiring berjalannya waktu
ada beberapa pribadi yang kemudian memaksa mengubahmu menjadi seperti mereka
menghantammu dengan kebiasaan mereka terus menerus hingga kau tak cukup kuat
dan akhirnya memilih untuk beradaptasi dengan menjadi Mereka
Kau tau tidak,
Dia yang menciptakanmu sengaja membuatmu berbeda dengan mereka,
bukan untuk kemudian ketika kalian bertemu kau boleh mengubahnya terpengaruh oleh mereka
mungkin benar ketika bertumbuh kau pun harus berkembang,
namun sebuah tanaman yang tumbuh tinggi dan berkembang masih memiliki bakal bibit awal mula Ia ditanam, tidak hilang, ada tersimpan rapat-rapat terlindungi di bawah tanah.
Tau kenapa?
Karena tanaman pun tau, eksistensinya tidak boleh tergantikan oleh tumbuhan lain,
bahkan tiap bibit sekecil biji sesawi pun diciptakan berbeda tiap butirnya.
lantas kau?
Kau adalah Kau,
Kau Bukan Mereka!

Sabtu, 16 Juni 2018

Apakah benar Salah?

Saya tak paham, tak juga mengerti ada apa dengan ini?
ada apa dengan keadaan, ada apa dengan situasinya.
kenapa begitu membingungkan? mendilemakan dan membuat resah?

Saya lupa sejak kapan dan akan sampai kapan?
haruskah akan seperti ini terus?
mungkin dari awal memang salah untuk kita
tapi tak begitu terasa salah untukku,
Untukku yang terus kau paksa sabar,
untukku yang selalu kau biarkan menunggu,
untukku yang kau haruskan menyibukkan diri dan mengabaikanmu yang juga
SIBUK!
untukku yang kemudian jadi terbiasa dengan keTIADAan mu
hanya karena DIA hadir, dan dengan lantangnya tak keberatan dengan keberadaanmu.

Mengapa ada yang ingin datang ketika yang lain membiarkan?
Mengapa ada yang ingin merengkuh ketika yang lain seolah ingin melepas?
Mengapa ada yang begitu keras memperjuangkan ketika diri sudah lelah berjuang?

Ada rasa bersalah yang besar, tau ini semua SALAH!
sadar akan betapa besar ego yang aku miliki mempengaruhi semua ini
hingga akhirnya terjebak pada situasi yang tak berujung
meski bisa mengakhirinya dengan mudah, tapi saya tak ingin menyelesaikannya
seolah kemudian merasa nyaman namun takut terlena

Sabtu, 18 November 2017

SEMUA TAK SAMA

Saat ini,
saat aku mulai menulis ini, 11.11 PM
tiba-tiba saja terusik lagi ingin menarikan jemari di atas bilah-bilah keyboard
terusik karena, tak sengaja melihat potongan story seseorang yang mungkin kukenal, mungkin juga tidak, karena sebenarnya hanya sekedar tau namun juga tak begitu tau,  ahh entahlah....

Benar kata mereka, ada saat kau akan kehilangan semangat dan jiwamu,
tak tau mau ngapain, mau kemana dan harus bagaimana
saat itu agak sedikit membingungkan memang.
Bahkan gerak dan setiap napas pun rasanya tidak berfaedah katanya orang-orang jaman sekarang,
kali ini aku, Aku yang secara subjektif adalah mahasiswa Tingkat akhir merasakannya
bukan karena posisinya, namun tuntutannya.
Asistensi mandet, SK kerja praktek hilang, Surat pengantar minta data sudah hampir sebulan tidak keluar-keluar, sialnya kalaupun keluar sudah harus ganti lagi karena salah alamat
belum lagi beban lihat teman-teman seangkatan yang sudah pakai Toga satu persatu,
teman dekat yang dikiranya bakalan setia mendampingi dan membantu taunya pergi satu persatu, takut terbebani, takut ikutan mandet juga, takut diberatkan, takut tidak bisa pakai Toga,
tapi tidak takut menjatuhkan topengnya, tidak takut ketahuan aslinya.
Katanya kalau sudah begini urus sendiri-sendiri, katanya kalau sudah begini tidak usah tunggu-tunggu, dan katanya kalau sudah begini harus egois.
katanya TEMAN? kok gitu? pikirku.

pada akhirnya semua tak akan sama lagi,
kelak kau akan tau, Teman seperti apa dia
Teman yang berdiri untuk dirimu ataukah
Teman yang berdiri hanya untuk dirinya sendiri!