Pada akhirnya kehidupan sebuah pernikahan adalah tentang memaafkan
memaafkan untuk semua kesalahan yang disengaja ataupun tidak disengaja
Memaafkan untuk sikap buruk, kasar dan menyakitkan hati
memaafkan untuk semua kenyataan pahit
memaafkan untuk merusak idealisme yang telah kau pegang erat selama ini
memaafkan untuk setiap kerugian moriil ataupun materil
memaafkan untuk setiap kesialan yang kau lalui untuknya
memaafkan untuk setiap air mata yang telah kau habiskan
Orangtua ku bukanlah manusia sempurna yang tanpa celah, debat ringan smpai berat tak elak terjadi di rumah kecil kami
namun banyak yang bisa kupelajari dari mereka
Ibuku bukan sosok perempuan yang lemah lembut dan bertutur kata halus
dia memiliki hati yang teguh dan gigih, serta sangat vocal dalam mengemukakan pendapatnya
tapi aku belajar pemaafan yang sempurna darinya, kasih yang begitu besar tanpa pamrih
Ayahku bukan sosok laki-laki yang penuh perhatian dan punya banyak waktu untuk anaknya
dia sangat idealis dan tekun dalam pekerjaannya, tegas dalam aturan di rumah
tapi aku belajar penerimaan dan hati yang besar, belajar memberi dan mengasihi dalam diam, belajar merendah tidak menjadikan kita rendahan, belajar mengalah bukan untuk kalah
dari dua orang keras kepala dan punya idealisme masing-masing itulah yang membentuk diriku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar