Selasa, 21 Desember 2021

It's Okay If You...

355 hari telah terlewati

Banyak target yang telah tercapai

Namun banyak juga yang tak tergapai.

Di sudut ruangan aku terdiam sendiri

Meracau penuh, namun masih saja sepi

Karena semua hanya ku utarakan dalam hati

 

Segudang cerita berlalu,

Kenangan pahit dan manis membaur jadi Satu

Bermetamorfosa membentuk pribadimu kini

Semua tergenapi sesuai rencanaNya, meski sering terbersit kecewa

Saya paham ini bukanlah hal yang mudah untuk dimengerti

Saya tau hatimu tidak baik-baik saja

Saya tau betapa keras kau mengikis air mata di balik tawamu

Saya tau kau berupaya tampak baik-baik saja disela-sela tangisan yang selalu kau sembunyikan di ujung malam.

Bahkan saya tau betapa dunia mencoba untuk menghancurkanmu lebih keras dibanding usahamu untuk mencoba mengangkat kepalamu,

Merenggut jati dirimu, memporak-porandakan hatimu hingga kau bahkan tidak mengenalinya lagi sama sekali.

 

Tidak apa, jika kau sangat ingin menangis

Tidak apa, untuk berhenti sejenak ketika kau merasa sangat lelah

Tidak apa, melakukan kebodohan ketika semua melakukan hal benar

Tidak apa, berjalan ke arah yang berbeda meski tak ada yang bersamamu

Tidak apa, berdiri dan membela dirimu

Tidak apa, berlaku egois untuk kesenangan dirimu

Dan tidak apa bahkan jika kehadiranmu terasa sangat salah

Percayalah ada orang lain yang beruntung  dan bersyukur telah mengenalmu

Jiwamu butuh untuk diapresiasi

 

#30DWC

#30DWCjilid34

#Squad4

#Day1


Rabu, 21 Juli 2021

Aku Ingin Mencintai dengan Sederhana~

Aku ingin mencintai dengan sederhana,
Menginginkan orang yang mencintaiku
dan diinginkan orang yang aku cintai.

Aku ingin mencintai dengan sederhana,
Mengatakan semua yang kurindukan
dan menerima pernyataan rindu dengan tepat.

Aku ingin mencintai dengan sederhana,
Menggenggam dan digenggam erat,
merengkuh dan didekap dengan dalam.

Aku ingin mencintai dengan sederhana,
tanpa peduli ruang dan waktu,
rasional dan logika yang terbatas

Aku ingin mencintai dengan sederhana,
Kamu yang sulit untuk dicintai dan mencintai.

Kisah hari Kemarin

Cukup banyak waktu untuk berpikir
untuk tidak bertindak gegabah
Cukup banyak cerita yang terbungkam,
yang akhirnya tersimpan rapat
Beberapa hal begitu mudah untuk berubah
seperti halnya keadaan, berotasi dan bertransformasi

Kemarin selalu ada canda disela penat
terselip tawa dibalik beban
Kemarin selalu ada cerita meskipun singkat
tentang takdir terbalut tempaan
kemarin tiba-tiba saja teringat
ada hadir disetiap pertemuan dan pelukan

Selasa, 23 Juni 2020

In The End of The Day, Sometimes

Pada akhir sebuah hari,
kita hanya ingin melepas penat, melepas jeda, melepas tangis
Pada akhir sebuah hari,
kita hanya ingin merebah, tertidur dan melupakan
Pada akhir sebuah hari,
ada hal berat yang ingin dilepaskan
Pada akhir sebuah hari,
ada cerita yang ingin dilupakan

Mungkin, bukan kisahnya yang salah,
bukan juga raganya,
terkadang waktunya saja yang kurang tepat,
terlalu cepatkah ataukah terlalu lambat
Mungkin, kita yang terlalu memaksa
memaksakan kehendak, yang bukan kehendak-Nya
Mungkin, kita bukanlah KITA seutuhnya
hanya kamu dan aku yang buta sesaat

Minggu, 14 Juni 2020

Ketika Ku Pikir Aku Rumahmu

Ketika ku pikir aku rumahmu,
Merombak cerita menjadi harapan
Ketika ku pikir aku rumahmu,
Ada jeda panjang disetiap pertemuan yang tergenapi
Ketika ku pikir aku rumahmu,
Berjalan tak lagi sendiri, bersandar tak lagi sepi
Ketika ku pikir aku rumahmu,
Ada hangat yang berdesir memenuhi hati
Ketika ku pikir aku rumahmu,
Kini prioritas bukan hanya aku, tapi Kita
Ketika ku pikir aku rumahmu,
Nyatanya kau berpikir BEDA

Aku bukan rumahmu,
Aku hanya selingan
Aku hanya persinggahan sesaat ketika rumahmu sedang kau benahi
Nyatanya,
Aku hanya akan ada hingga kau kembali PULANG ke rumahmu

Rabu, 10 Juni 2020

Apakah KITA hanya harapan?

Beberapa kisah mungkin tak berujung pada kata selesai
Ada yang ditengah jalan harus usai
Ada yang diwarnai sorak sorai
Ada juga yang dipenuhi airmata yg berderai

Tak semua kisah berakhir hangat dengan tawa ringan
Seringkali justru sesak yang menggambarkan
Berharap pada hal yang hanya bayangan
Membuatmu hidup dalam angan

Banyak orang hanya bisa memberi perhatian
Seolah KITA bisa jadi harapan
Namun,
Apakah dirimu sadar kau hanya cadangan?

beberapa kisah berakhir cukup menjadi kisah
Meninggalkan resah
Memberi bercak merah
berdarah
Pada dada yang terus membuncah

Sabtu, 23 Mei 2020

Rasa bernama Luka


Hadir dalam gema gelisah,
Dalam kegamangan yang kupikir tak bertepi
Berbaur dalam keputusasaan dan ketidakpastian
Begitu asing, namun nyata
Sederhana menyentuhku perlahan,
membuatku terperangkap tanpa sempat aku mengelak
merasuk dan membuatku terbuai, tersenyum dan menjadikanku candu

sekali lagi mataku tertutup,
mengabaikan perbedaan yang seharusnya tak kau paksakan
tak mungkin memaksakan perbedaan yang selamanya akan mengingkari kebersamaan
tak usah menggenggam perih yang tak mungkin sembuh
melepaskan penat dan hela  yang nyatanya
sudah jelas semua rasa ini hanya menghadirkan LUKA